Jakarta, Faktualnews.net // Ratusan pedagang korban kebakaran Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan, mengaku kecewa terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setelah beredar informasi bahwa lahan bekas pasar akan dialihkan menjadi taman difabel.
Kekecewaan para pedagang muncul karena sebelumnya mereka berharap kawasan tersebut kembali dibangun sebagai pasar rakyat. Harapan itu muncul setelah adanya penyampaian dari pihak pemerintah terkait rencana pembangunan kembali pasar dengan pengelolaan melalui sistem koperasi di bawah koordinasi Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD).
Keresahan mulai dirasakan usai para pedagang membongkar lapak dan tenda secara sukarela setelah mengikuti pertemuan dengan pemerintah daerah pada Senin (18/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, pedagang diminta mengosongkan area sementara guna mendukung proses penataan kawasan.
Namun, sehari setelah pembongkaran dilakukan, para pedagang justru mendengar kabar bahwa eks lokasi Pasar Taman Puring direncanakan menjadi taman difabel. Informasi itu membuat para pedagang merasa kehilangan harapan untuk kembali berdagang di lokasi lama.
“Kami kecewa karena sebelumnya dijanjikan lokasi ini akan dibangun kembali untuk para pedagang melalui sistem koperasi. Karena itu kami mau membongkar lapak secara sukarela. Tapi sekarang justru muncul kabar lahan ini akan dijadikan taman difabel,” ujar Nanang Wahyudi, salah satu perwakilan pedagang, Selasa (19/5/2026).
Diketahui, Pasar Taman Puring mengalami kebakaran besar pada Juli 2025 yang menghanguskan ratusan kios. Setelah kejadian tersebut, pemerintah sempat menyampaikan rencana pembangunan kembali pasar agar para pedagang dapat melanjutkan usaha di tempat yang lebih tertata dan layak.
Namun hingga hampir sembilan bulan pascakebakaran, para pedagang mengaku belum mendapatkan kepastian mengenai relokasi maupun kelanjutan pembangunan pasar.
Para pedagang menyebut sedikitnya lebih dari 500 pedagang terdampak akibat kebakaran tersebut. Kondisi itu menyebabkan banyak keluarga kehilangan sumber mata pencaharian utama mereka.
Situasi yang belum menemui kejelasan dinilai semakin memperberat kondisi ekonomi para pedagang yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas perdagangan di Pasar Taman Puring.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi











