Berita

Miris, Peredaran Narkoba di Kepulauan Sapudi Diduga Libatkan Oknum Aparat

×

Miris, Peredaran Narkoba di Kepulauan Sapudi Diduga Libatkan Oknum Aparat

Sebarkan artikel ini

Sumenep, faktualnews.net // Peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Sumenep, khususnya di kawasan kepulauan seperti Pulau Sapudi, dinilai semakin memprihatinkan. Masyarakat berharap aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap jaringan peredaran narkotika yang diduga masih bebas beroperasi di wilayah tersebut.

Belakangan ini, muncul dugaan adanya keterlibatan oknum aparat dalam melindungi aktivitas peredaran narkoba. Seorang terduga pengedar berinisial MUM disebut-sebut memiliki hubungan khusus dengan oknum tertentu, sehingga aktivitasnya diduga sulit tersentuh hukum.

Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan bahwa dugaan kongkalikong tersebut membuat peredaran narkoba semakin meresahkan warga. Bahkan, masyarakat mengaku khawatir generasi muda di wilayah kepulauan menjadi sasaran utama penyalahgunaan narkotika.

“Kalau memang ada keterlibatan oknum, harus diusut tuntas. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan kepada aparat penegak hukum,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Sumber lain yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, terduga pengedar berinisial MUM diduga kerap menjual sabu kepada sejumlah pengguna. Setelah transaksi terjadi, oknum aparat yang diduga memiliki hubungan dengan MUM disebut kemudian melakukan penangkapan terhadap para pembeli narkotika tersebut.

Namun demikian, informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang. Karena itu, masyarakat meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara profesional, transparan, dan tidak tebang pilih.

Warga berharap pemberantasan narkoba dilakukan hingga ke akar jaringan peredarannya, termasuk menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat, baik pengedar maupun oknum yang diduga membekingi aktivitas ilegal tersebut.

Selain itu, tokoh masyarakat mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah desa, tokoh agama, hingga pemuda, untuk bersama-sama memerangi bahaya narkoba yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda di wilayah kepulauan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat dalam kasus tersebut.

Penulis: Redaksi