Berita

Diduga Bawa Kabur Uang Rp15 Juta, Oknum Polisi Berinisial RS Terancam Dilaporkan

×

Diduga Bawa Kabur Uang Rp15 Juta, Oknum Polisi Berinisial RS Terancam Dilaporkan

Sebarkan artikel ini
Foto: Ilustrasi Polisi

Sumenep – Seorang oknum anggota kepolisian Polres Sumenep berinisial RS diduga membawa kabur uang sebesar Rp.15 juta yang disebut merupakan titipan dari seorang ustaz di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Dugaan tersebut mencuat setelah disampaikan oleh pihak keluarga penerima uang yang mengaku hingga kini belum menerima dana dimaksud.

Sucipto, paman dari seorang perempuan bernama Zubaidah yang akrab disapa Mida, menuturkan bahwa persoalan bermula saat keponakannya meminta bantuan untuk menagih uang yang sebelumnya dipinjam oleh seorang ustaz di Sumenep.

Menurut Sucipto, setelah dilakukan penagihan, ustaz tersebut mengaku telah menitipkan uang sebesar Rp15 juta kepada seorang oknum anggota kepolisian yang bertugas di Polres Sumenep berinisial RS agar diserahkan kepada Zubaidah.

“Keponakan saya meminta bantuan agar uang tersebut ditagihkan. Setelah itu, pihak ustaz mengaku sudah menitipkan uang Rp15 juta kepada oknum polisi berinisial RS untuk diserahkan kepada Zubaidah. Namun hingga saat ini uang tersebut tidak pernah diterima oleh keponakan saya,” ujar Sucipto kepada wartawan.

Sucipto mengaku menyayangkan dugaan tersebut. Menurutnya, apabila benar uang tersebut telah dititipkan kepada RS, maka seharusnya dana itu segera disampaikan kepada pihak yang berhak menerimanya.

Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik. Namun apabila tidak ada itikad baik dari pihak yang bersangkutan, keluarga berencana melaporkan dugaan tersebut kepada Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Sumenep untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, asisten ustaz yang diketahui bernama Asnawi membenarkan bahwa pihaknya telah mentransfer uang sebesar Rp15 juta kepada RS untuk disampaikan kepada Zubaidah.

“Benar, waktu itu saya yang mentransfer uang kepada RS. Transfer pertama pada tanggal 30 sebesar Rp5 juta, kemudian pada tanggal 9 kami transfer lagi Rp10 juta untuk dititipkan kepada Haji Mida. Saya baru mendengar kalau uang tersebut tidak diberikan kepada Ji Mida. Pantas saja hari ini saya beberapa kali menghubungi RS, tetapi nomor teleponnya sudah tidak aktif,” kata Asnawi.

Baca juga:
Gus Lilur: Jangan Bohongi Presiden RI

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari RS. Namun, nomor telepon yang bersangkutan tidak dapat dihubungi karena dalam kondisi tidak aktif.

Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan keterangan narasumber yang telah diwawancarai. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi RS maupun institusi Polres Sumenep apabila ingin memberikan penjelasan atau tanggapan atas dugaan yang disampaikan dalam pemberitaan ini.

Penulis: Aji

Editor; Redaksi