Sorotan itu disampaikan aktivis senior asal Kecamatan Raas, H. Akram, S.H. Ia menilai kualitas material yang digunakan dalam pengerjaan proyek tersebut patut dipertanyakan dan meminta pihak terkait segera melakukan evaluasi.
Menurut Akram, kondisi material paving yang digunakan menunjukkan dugaan ketidaksesuaian dengan standar teknis pekerjaan. Karena itu, ia meminta agar pelaksanaan proyek tidak dibiarkan berjalan tanpa pengawasan yang serius.
“Saya sebagai putra daerah Raas tidak ingin pembangunan yang menggunakan uang negara dikerjakan asal-asalan. Jika memang material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi teknis, saya akan melaporkan temuan ini kepada Bapak Bupati Sumenep agar segera ditindaklanjuti,” tegas Akram.
Bahkan, ia menyatakan siap membongkar bagian pekerjaan yang diduga menggunakan material tidak sesuai standar apabila pihak pelaksana tidak segera menggantinya dengan paving berkualitas dan memenuhi spesifikasi teknis.
Tak hanya persoalan kualitas material, Akram juga mempertanyakan transparansi pelaksanaan proyek tersebut. Pasalnya, berdasarkan pantauannya, pekerjaan disebut sudah mulai dilaksanakan, tetapi papan informasi proyek belum terlihat terpasang di lokasi.
Padahal, menurutnya, papan informasi merupakan bagian penting dalam keterbukaan pelaksanaan pembangunan agar masyarakat dapat mengetahui sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana kegiatan, serta jangka waktu pengerjaan.
“Seharusnya papan informasi dipasang terlebih dahulu sebelum pekerjaan dimulai. Jangan sampai proyek sudah berjalan, tetapi masyarakat tidak mengetahui secara jelas siapa pelaksananya, berapa nilai anggarannya, dan dari mana sumber dananya,” ujarnya.
Akram menilai, tidak adanya papan informasi sejak awal pekerjaan menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Kondisi tersebut, menurut dia, perlu menjadi perhatian serius pihak terkait agar tidak memunculkan dugaan adanya ketidakberesan dalam pelaksanaan proyek.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan seharusnya dikerjakan dengan mengutamakan kualitas dan transparansi. Terlebih, akses jalan menuju dermaga memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat serta aktivitas perekonomian warga.
“Jangan sampai masyarakat hanya dijadikan penonton, sementara kualitas pekerjaan dan transparansi justru diabaikan. Kami ingin proyek ini dikerjakan sesuai aturan, spesifikasi teknis, dan mengutamakan mutu,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai dugaan ketidaksesuaian material paving dan belum terpasangnya papan informasi proyek tersebut.
Wartawan: Vian
Editor: Redaksi











